Tampilkan postingan dengan label my notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my notes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juni 2013

Novel Tegar Karang



Ya Tuhan, hatiku hancur lebih dari berkeping-keping. Tidak akan pernah ada kesempatan itu. Aku tergugu tanpa air mata di bawah ranjang. Meringkuk. Malam-malam hanya diisi mimpi menyesakkan. Malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan. Malamku seakan hanya mimpi buruk. Aku harus melakukan apapun, menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu  muncul. Berat sekali melakukannya, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik.

Aku bisa mengukir wajahnya di langit-langit kamar. Menatap wajahnya di bening bak air mandi. Di piring kosong. Hingga kapan semua ini akan berakhir? Berdamai. Hanya ketika pagi datang, sedikit perasaan lega mengisi sepotong hatiku. Hanya ketika pagi datang, semua sedikit terasa lebih ringan. Sedikit saja, sedikit. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi.

(Tegar, sedikit edit)

Kamis, 06 Juni 2013

crying and its benefit



Menangis adalah keluarnya air mata karena sebab-sebab tertentu. Menangis, menangis bagi sebagian orang mungkin identik dengan kelemahan, kesedihan, ketidakberdayaan, dan sejenisnya. Namun menurut saya, semua bagian dari kehidupan ini dekat sekali dengan menangis. Ketika tidak bisa meluapkan emosi atau menahan terus emosi itu, mungkin lama kelamaan kita akan mengeluarkan air mata. Ketika mendapat kabar gembira dan kita tidak dapat lagi membendung kebahagiaan kita, boleh jadi kita juga akan mengeluarkan air mata. Begitu juga kesedihan, ketika kita merasa begitu sedih entah karena hal apapun, boleh jadi kita menangis. Ketika kita sedang kebingungan, jika dalam salah satu lagu pop Indonesia kita dengar dengan ‘tak tahu arah jalan pulang’ , boleh jadi kita juga akan menangis. Ketika sangat putus asa, ketika ingat dengan dosa-dosa kita, ketika sangat kesepian, ketika teringat hal-hal menyedihkan ataupun menyenangkan, boleh jadi kita menangis.
Lagi, mungkin menangis identik dengan wanita, makhluk ciptaanNya yang sebenarnya amat banyak keistimewaan pada dirinya.  Tidak, menangis dekat sekali dengan semua orang. Anak-anak, Ibu, Bapak, remaja perempuan maupun laki-laki, kakek, nenek. Mungkin memang banyak orang yang mengaku bahwa dalam hidupnya ia pantang untuk menangis, namun 99% saya yakin mereka semua pernah menangis meskipun hanya sekali atau dua kali. Bahkan, seorang body guard, tentara, polisi, atlit, atau apapun itu yang kita lihat fisik mereka sempurra, tak layak untuk menangis, mereka pun pernah menangis. Ya, ketika mereka lahir, mereka sudah menangis, Tapi bukan itu yang kumaksud menangis dalam hal ini. Bukan menangis karena mereka lahir ke dunia, namun menangis karena sesuatu.
Menangis banyak manfaatnya, namun, sebagai Muslim kita juga harus tahu batas-batas dalam menangis, kapan kita boleh menangis, apa saja yang patut kita tangisi. Saya memang belum tahu pakemnya, dalam artian hal apa saja yang boleh atau tidak boleh kita tangisi, namun, tentunya, tidak dianjurkan menangis terlalu dalam karena hal yang bersifat duniawi. Bahkan, ketika ada salah satu keluarga kita yang meninggal, kita tidak boleh menangis terlalu dalam (meratapi).
Berikut beberapa manfaat menangis yang saya kutip dari salah satu blog (http://senitea.wordpress.com/2012/04/22/kapan-terakhir-anda-menangis/)
  1. Membantu penglihatan.
    Air mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata itu sendiri sehingga membantu penglihatan kita, dapatkan dibayangkan bila mata kita mengalami kekeringan.
  2. Membunuh bakteri.
    Dalam air mata terkandung cairan lisozom sebagai antibakteri alami yang mampu membunuh bakteri 90-95% hanya dalam 5-10menit.
  3. Meningkatkan mood.
    Dengan menangis anda dapat mengurangi level depresi, sehingga mood anda akan terangkat kembali. Air mata ini mengandung 24% protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
  4. Mengeluarkan racun.
    Hasil studi ahli biokimia William Frey mengungkapkan bahwa air mata yang keluar akibat menangis mengandung racun yang lebih tinggi dari yang terkena debu atau iritasi. Ternyata, air mata tersebutlah yang membawa racun keluar dari dalam tubuh.
  5. Mengurangi stress.
    Air mata dapat mengurangi hormone stress dalam tubuh seperti endorphin, leucine-enkaphalin dan prolactin. Sehingga, dapat menurunkan level stress dan membantu melawan penyakit yang diakibatkan oleh stress seperti tekanan darah tinggi.
  6. Melegakan perasaan.
    Hasil penelitian Dr Gerald R. Bergman, seorang profesor di Medical University of Ohio menunjukan bahwa 88,8% orang merasa lebih baik setelah menangis dan hanya 8,4% yang merasa lebih buruk.Ketika anda didera musibah, cobaan dan masalah. Namun, setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega.
Sedangkan menangis dalam islam sangat dianjurkan, menangis bukanlah tanda lemahnya jiwa seseorang. Khalifah Umar bin Khattab RA, seorang khalifah yang terkenal tegas dan tidak kompromi dengan kedzholiman dan mampu membuat ciut nyali musuh-musuh islam. Namun, dibalik keperkasaan dan tubuh kekar yang dimiliki ternyata beliau mudah sekali menangis ketika berdiri sholat menghadap Alloh SWT atau saat berdzikir menyebut asma Alloh SWT.
Sosok yang lain yaitu Muhammad Al-Fattah, penakluk Konstantinopel. Beliau adalah sosok perkasa yang disegani dan ditakuti oleh musuh-musuhnya dalam medan pertempuran, namun seringkali menangis tersedu-sedu saat mengadu kepada Alloh SWT di sepertiga malam di tengah-tengah kemah pasukannya yang terlelap kelelahan karena bertempur.
Dalam Al-Qur’an Surat Maryam ayat 58, Alloh SWT berfirman:
“…apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.”
Ada juga Hadist riwayat Bukhari-Muslim yang berbunyi:
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata, pada suatu hari Rasulullah berkhutbah yang mana belum pernah aku mendengar khutbah Beliau yang seperti itu. Maka Beliau bersabda dalam khutbahnya itu: “Andaikata kamu mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kamu semua akan sedikit tertawa dan banyak menangis”. Anas berkata, “saat itu para Sahabat Nabi semuanya menutup wajah mereka sambil menangis tersedu-sedu”.
Rasulullah SAW berpesan:
“Mata yang beku yang tidak mampu menangis adalah karena hati orang itu keras dan hati yang keras adalah karena menumpuknya dosa yang telah diperbuat. Banyaknya dosa yang dibuat seseorang adalah karena orang tersebut lupa mati, sedangkan lupa mati datang akibat panjangnya angan-angan. Panjang angan-angan muncul karena terlalu cinta pada dunia, sedangkan terlalu mencintai dunia adalah pangkal segala perbuatan dosa.”

Sekian, semoga bermanfaat :)

Renungan: to make our selves to be better



KATAKANLAH DALAM HATIMU

JADILAH MANUSIA PALING BAIK DI SISI ALLOH.
JADILAH MANUSIA PALING BURUK DALAM PANDANGAN DIRIMU SENDIRI.
JADILAH MANUSIA BIASA DI HADAPAN ORANG LAIN.

Bila engkau bertemu seseorang, hendaknya engkau memandang dia itu lebih utama daripada dirimu, dan katakanlah dalam hatimu:
“BOLEH JADI DIA LEBIH BAIK DI SISI ALLOH DARIPADA DIRIKU, DAN LEBIH TINGGI DERAJATNYA.”

Jika dia orang yang lebih kecil dan lebih muda usianya daripada dirimu, maka katakanlah dalam hatimu:
BOLEH JADI ORANG INI TIDAK BANYAK BERBUAT DOSA KEPADA ALLOH, SEDANGKAN AKU ADALAH ORANG YANG TELAH BANYAK BERBUAT DOSA. MAKA TIDAK DIRAGUKAN LAGI KALAU DERAJAT DIRINYA JAUH LEBIH BAIK DARIPADA AKU.”

Bila dia orang yang lebih tua, maka hendaknya engkau mengatakan dalam hati:
“ORANG INI TELAH LEBIH DULU BERIBADAH KEPADA ALLOH DARIPADA AKU.”

Jika dia orang yang ‘alim, maka katakan dalam hatimu:
“ORANG INI TELAH DIBERI OLEH ALLOH SESUATU YANG TIDAK BISA AKU RAIH, TELAH MENDAPATKAN APA YANG TIDAK BISA AKU DAPATKAN, TELAH MENGETAHUI APA YANG TIDAK AKU KETAHUI, DAN TELAH MENGAMALKAN ILMUNYA.”

Bila dia orang yang tidak mengerti, maka katakan dalam hatimu:
“ORANG INI DURHAKA KEPADA ALLOH KERENA KETIDAKMENGERTIANNYA, SEDANGKAN AKU DURHAKA KEPADA-’NYA’ PADAHAL AKU MENGETAHUINYA. AKU TIDAK TAHU DENGAN APA UMURKU AKAN ALLOH AKHIRI ATAU DENGAN APA UMUR ORANG YANG KURANG MENGERTI ITU AKAN ALLOH AKHIRI (APAKAH DENGAN HUSNUL KHOTIMAH ATAU DENGAN SU’UL KHOTIMAH).”

Bila dia orang kafir, maka katakan dalam hatimu:
“AKU TIDAK TAHU, BISA JADI DIA AKAN MASUK ISLAM, LALU MENYUDAHI SELURUH AMALANNYA DENGAN AMAL SHOLIH, DAN BISA JADI AKU TERJERUMUS MENJADI KAFIR, LALU MENYUDAHI SELURUH AMALANKU DENGAN AMAL YANG BURUK (na’udzubillaahi min dzalik).” 

(http://virouz007.wordpress.com/2010/05/11/katakanlah-dalam-hatimu/)

Jumat, 31 Mei 2013

Quotes by Darwis Tere Liye





“Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat. Pasti akan kembali“

“kesibukan fisik dapat membantu banyak memutus kesibukan hati memikirkan banyak hal, pikiran yang hanya mengundang kesedihan”

“Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang? Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis. Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik. Semua kehati2an, menghindari hal-hal yang dibenci, akan membawa kita pada kesempatan terbaik. Semoga”

“Terlalu mencintai sesuatu, seringkali membuat kita buta. Tutup mata dengan kekurangan2, yang boleh jadi merusak. Terlalu membenci sesuatu, juga seringkali membuat kita buta. Tutup mata dengan kebaikan2, yang boleh jadi bermanfaat”

“Duhai urusan perasaan. Ketika seseorang berhenti menangis karenanya, maka beberapa saat kemudian, tentu saja airmatanya akan kering di pipi, isaknya akan hilang disenyap, seperti tidak ada lagi sisa tangisnya di wajah. Tetapi tangisan itu tetap tertinggal di hati. Kesedihan, rasa sakit, kesendirian, beban yang membekas. Boleh jadi sebentar, boleh jadi selamanya”

“Kita tak akan pernah bisa berdamai dengan masa lalu jika kita tidak memulainya dengan memaafkan semua kejadian yang telah terjadi. Dan kita justru harus memulainya dengan tidak menyalahkan diri sendiri. Memulai dengan memaafkan diri sendiri”

“Tak ada kebahagiaan di dunia ini jika kau masih memiliki satu rasa sesal dalam hidup, sekecil apapun penyesalan itu”

“Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kaupamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu.”

“Ada seseorang dalam hidupmu yang ketika ia pergi, maka ia juga membawa sepotong hatimu.”

“Tidak semua orang mendapatkan pilihan pertama dalam hidup ini. Tapi kita bisa hidup sama bahagianya dengan mereka, meski hanya mendapatkan pilihan kedua, ketiga, atau bahkan keseratus-satu”
“Anak laki-laki yang baik tidak pernah meneriaki wanita apalagi membuatnya sedih dan tersakiti”

“Seseorang yang kita lupakan, boleh jadi yang mengingat kita paling banyak”

 “Kalau memang terlihat rumit lupakanlah. Itu jelas bukan cinta sejati kita. Cinta sejati selalu sederhana. Pengorbanan yang sederhana kesetiaan yang tak menuntut apapun dan keindahan yang apa adanya”
“Begitulah kehidupan, Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.”

“Hidup harus terus berlanjut,tidak peduli seberapa menyakitkan atau membahagiakan, biar waktu yg menjadi obat”

“dgn menguasai ilmu syukur.. maka akhlak2 mulia yg lain akan mudah dikuasai.. ihklas.. sabar... qanaah, merasa cukup.. tidak serakah, rakus, itu semua turunan dari akhlak syukur.. dan saya kasih tahu rahasia kecil tentang syukur.. yaitu: kita tidak cukup hanya pandai, my dear.. banyak sekali orang2 yg pandai bersyukur tapi hidupnya tidak kunjung bahagia.. yaps, pandai bersyukur itu necessary (penting); tp pelengkapnya (sufficient) adalah 'senantiasa'.. jadi senantiasalah pandai2 bersyukur, selalulah pandai2 bersyukur.. maka seperti apapun dunia ini menyakiti kita, seketika, di depan mata kita seolah akan dibentangkan 8 pelangi indah.. yakinlah.”

“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu... Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya. Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku.”

“Bangsa yang korup bukan karena pendidikan formal anak-anaknya yang rendah, tetapi karena pendidikan moralnya yang tertinggal. Dan tidak ada yang lebih merusak selain anak pintar yang tumbuh jahat.”

“Kita hanya punya sepotong hati, bukan? Satu-satunya. Lantas bagaimana kalau hati itu terluka? Disakiti justeru oleh orang yang kita cintai? Aduh, apakah kita bisa mengobatinya? Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas? Atau jangan-jangan, kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru. Semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita, tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik.”

“Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Termasuk “kebetulan2″ yang menakjubkan.”

” Masalahnya penerimaan itu bukan sesuatu yang sederhana. Banyak sekali orang-orang di dunia ini yang selalu berpura-pura. Berpura-pura menerima tapi hatinya berdusta. Kita semua harus berlatih susah payah untuk belajar menerima”

“Masukkan satu apel busuk ke satu keranjang buah. Maka akan cepat sekali, ikut busuk buah2 lainnya. Hei, lantas kenapa orang membiarkan satu pikiran negatif melintas dan masuk ke dalam hatinya? Padahal itu juga bisa merusak satu hari yang indah, bahkan berminggu2 waktu yang seharusnya menyenangkan? Segera buang.”

“Mengerti bahwa memaafkan itu proses yang menyakitkan. Mengerti, walau menyakitkan itu harus dilalui agar langkah kita menjadi jauh lebih ringan”